Beranda Hukum Gugat PT Star Energy, Korban Longsor Cibitung Surati PN Bale Bandung

Gugat PT Star Energy, Korban Longsor Cibitung Surati PN Bale Bandung

BERBAGI

Jabarpress.com, Bandung-Kuasa hukum korban longsor Cibitung Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung dari Kantor Hukum Sony M Kamal, SH, resmi melayangkan surat permohonan mediasi kepada Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB) Kelas 1A, terkait gugatan terhadap PT Star Energy.

Surat permohonan mediasi tersebut, diterima langsung oleh Panitera PNBB Kelas 1A, Asep Dedi, di kantornya, Selasa (16/5/2017).

“Surat mediasinya sudah kami kirim ke PN Bale Bandung, diantarkan langsung oleh Ketua Mapancas Kabupaten Bandung, Cecep Supriatna, dan diterima oleh Panitera Asep Dedi,”ujar kuasa hukum korban longsor Cibitung dari Kantor Hukum Sony M Kamal, SH, Sachrial.

Dia menegaskan, surat tersebut sebagai wujud itikad baik dari para korban longsor Cibitung; serta sudah sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2008 tentang Mediasi, dan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

Pihaknya berharap, proses mediasi ini direspon positif oleh pihak-pihak terkait, sebagai solusi terbaik untuk mendapatkan keadilan dan kepastian hukum yang seadil-adilnya.

“Mediasi ini menjadi sangat penting dalam mencari keadilan dan kepastian hukum. Sudah dua tahun lebih korban longsor ditelantarkan begitu saja, seakan tidak pernah terjadi apapun. Nyawa melayang, korban trauma, cedera berat dan ringan, dianggap sepi. Apa karena ini menyangkut soal rakyat kecil yang tidak mempunyai pengaruh apapun di republik ini,”tutur Sachrial.

Menurut dia, penegakkan hukum dan terciptanya keadilan bagi korban, adalah hal yang harus diperjuangkan dan diperhatikan oleh para penegak hukum di republik ini.

Dia menegaskan, jika upaya mediasi ini masih tidak ditanggapi, maka pihaknya selaku kuasa hukum, telah memersiapkan segala upaya hukum, agar berpihak pada korban, dan bukan berpihak pada pengusaha yang mati hatinya.

Langkah hukum lanjutan tersebut, yakni somasi kedua yang dibarengi dengan pengajuan gugatan di PNBB.

“Bila itikad baik yang dilakukan warga melalui kuasa hukumnya ini, tidak diapresiasi, maka kami siapkan somasi kedua dan langsung daftar gugatan di PN Bale. Kalau para pengusaha dan perusahaan berperilaku seperti ini semua, bukan hanya SDA (sumberdaya alam) saja yang dikeruk dan dihabisi, nyawa manusia dan keselamatan manusiapun diaanggap hal kecil. Ini jelas sangat berbahaya untuk negara. Sampai jumpa di pengadilan wahai pimpinan Star Energy yang menggunakan hati. Kita uji hati mereka di pengadilan,”beber Sachrial.

Saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Panitera Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB) Kelas 1A, Asep Dedi, membenarkan, telah menerima surat permohonan mediasi dari kuasa hukum korban longsor Cibitung.

Pihaknya memastikan, segera memproses surat tersebut dan menyampaikannya kepada pimpinan PNBB, untuk secepatnya ditindaklanjuti.

“Iya, suratnya sudah masuk, nanti langsung dimasukkan ke direktori, dan selanjutnya disampaikan kepada Ibu Ketua PN untuk didisposisi,”pungkas Asep.

Hingga kini, manajemen PT Star Energy belum berhasil diminta tanggapan resminya, terkait tuntutan ganti rugi dan pengajuan mediasi yang disampaikan kuasa hukum korban longsor Cibitung.

Saat didatangi ke kantornya beberapa waktu lalu, pejabat humas perusahaan yang mengelola panas bumi (gheotermal) ini, tidak berada di tempat.

“Pak Noval dan Pak Firman sedang menghadiri kegiatan di Pemkab Bandung. Kalau Pak Topik kebetulan enggak masuk,”timpal Heri, petugas satuan pengamanan perusahaan.

(Usep)

BERBAGI