Beranda Ekonomi Waspada, Harga Sembako Naik-Turun Jelang Ramadhan!

Waspada, Harga Sembako Naik-Turun Jelang Ramadhan!

BERBAGI
illustrasi

Jabarpress.com, Subang-Mendekati kedatangan bulan suci Ramadhan, harga berbagai komoditi kebutuhan pokok masyarakat di pasar-pasar tradisional wilayah Kabupaten Subang, menunjukkan fluktuasi.

Data dari Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Subang per awal Mei 2017, menyebut, ada dua jenis kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan.

Yakni, bawang putih menjadi Rp48.000/kg dari semula Rp44.000, dengan kenaikan sebesar Rp4.000; dan cabe merah keriting Rp36.000/kg dari sebelumnya Rp35.000.

Kendati begitu, tidak sedikit komoditi yang justru mengalami penurunan harga. Di antaranya, minyak goreng turun menjadi Rp11.000/kg dari semula Rp12.000; telur ayam negeri (broiler) Rp18.000/kg dari semula Rp20.000; dan cabe rawit hijau Rp32.000/kg dari sebelumnya Rp35.000.

Selanjutnya, cabe rawit merah mengalami penurunan tajam atau anjlok sebesar Rp12.000 menjadi Rp48.000/kg dari sebelumnya Rp60.000; wortel menjadi Rp8.000/kg dari semula Rp10.000; serta tomat Rp7.000/kg dari sebelumnya Rp8.000.

Sedangkan komoditi yang harganya masih stabil, antara lain: beras premium Rp12.000/kg, beras medium Rp11.000/kg, beras termurah Rp9.500/kg, gula pasir Rp12.500/kg, terigu Rp7.500/kg, daging sapi lamusir Rp110.000/kg, daging ayam broiler Rp32.000/kg, cabe merah biasa Rp36.000/kg, bawang merah Rp28.000/kg, kentang Rp16.000/kg, buncis Rp10.000/kg, ikan asin teri Rp140.000/kg, ikan kembung Rp40.000/kg, dan ikan mas Rp28.000/kg.

Adapun gas elpiji ukuran 3 kg masih bertengger di harga Rp20.000/tabung; serta ukuran 12 kg sebesar Rp140.000/tabung.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Subang, Ugit Sugiana, mengaku, terus memantau pergerakan harga berbagai kebutuhan pokok tersebut, melalui pasar-pasar tradisional.

“Keberadaan pasar tradisional sangat penting, untuk mengontrol persediaan barang kebutuhan pokok masyarakat. Terutama pada masa-masa tertentu, ketika permintaan meningkat atau sebaliknya saat barang langka. Hal itu bisa terlacak dengan cepat melalui aktifitas pasar tradisional,”paparnya.

Misalnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri ini, ketersediaan barang dan harga-harga bisa dipantau. Termasuk jika ada aksi spekulan, yang mengambil kesempatan memainkan barang, bisa dipantau oleh pedagang dan langsung ditindaklanjuti untuk menyelesaikannya.

“Jika ditemukan ada gelagat permainan barang, supaya segera melaporkan kepada pihak kepolisian untuk segera ditindak,”tegas Ugit.

(Usep)

BERBAGI