Beranda Jabar Dibalik Eksotisme Gunung Parang Purwakarta

Dibalik Eksotisme Gunung Parang Purwakarta

BERBAGI

PURWAKARTA-Para pendaki gunung atau Climber pasti tau tentang eksotisme Gunung Parang di Kabupaten Purwakarta yang memiliki via ferrata atau media panjat yang menggunakan tangga besi yang dibenamkan di sepanjang dinding tebing dari bawah hingga ke puncaknya

Ovin Hermawan, 25 pendaki gunung amatir asal kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat merasakan sensasi mendaki gunung Parang tersebut, dari cerita angker dan soal medan berat juga sempat membuatnya ‘deg-degan’ tapi saat menjalani pendakian yang dikhawatirkan ternyata tak terbukti

“Memang sih hobi mendaki gunung adalah hobi yang terbilang menantang maut, tapi buat saya hobi itu sebagian dari perjalanan hidup. Dalam setiap Pendakian tentunya banyak sekali hal hal baru yang bisa kita ambil untuk di jadikan pengalaman yang berharga dan juga pengetahuan tentang alam bebas,” kata Ovin Hermawan

Gunung Parang sendiri berlokasi di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Tempat ini berdekatan dengan Waduk Jatiluhur. Gunung Parang merupakan gunung batu andesit yang mempunyai titik kulminasi 963 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini terdiri dari tiga puncak yang masing-masing memiliki perbedaan ketinggian. Medan vertikalnya seolah menantang para pemanjat dalam maupun luar negeri untuk turut merasakan rock climbing di Gunung Parang.

Kampung Badega yang berada di kaki Gunung Parang menjadi perkampungan yang mengakomodir kebutuhan para pemanjat tebing, sekaligus menjadi akses untuk memulai pemanjatan dan diresmikan pada 17 Desember 2013 oleh Kang Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta

Menurut warga yang berada di sekitar lokasi pemanjatan Disebut kampung dengan nama kampung ‘Badega’ yang berarti ‘penjaga’. Karena ingin memperkenalkan konsep fun climbing untuk semua kalangan.
Hebatnya Gunung Parang sudah dilengkapi dengan jalur via ferrata sebagai alternatif trekking +climbing, Keamanan tentu menjadi hal penting. Badega Parang yang berkonsep ‘Sunda’ juga diharapkan mampu menaikkan kembali kebudayaan Sunda.

“Ketertarikan saya untuk mendaki gunung Parang yang berada di kabupaten Purwakarta sangat lah kuat sehingga saya berkunjung ke Purwakarta meskipun ketinggiannya hanya sekitar 936 MDPL, Kalau ingin mendaki di gunung Parang lebih baik mulai pada pagi hari, Cuaca dan matahari masih bersahabat dengan cuaca yang bagus segar juga,” kata Ovin

Smith, 32 pelancong asal benua biru Eropa mengaku takjub dengan pemandangan eksotisme Gunung Parang.Smith mengaku Gunung Parang bisa dijadikan ajang berlatih para pendaki dan pemanjat amatir

“Bagus untuk berlatih pendaki amatir, Gunung Parang bagus pemandangan dan medannya,” ujar Smith kepada Jabarpress.com di temani Ovin Hermawan

M.Ridwan

BERBAGI