Beranda Jabar Ridwan Kamil Ngaku ‘Anak Biologis’ HMI

Ridwan Kamil Ngaku ‘Anak Biologis’ HMI

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Walikota Bandung, yang juga Bakal Calon Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (RK), mengaku, dirinya merupakan ‘anak biologis’ dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Pernyataan ini, diungkapkan RK saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Deklarasi Dukungan Pilgub dari Komunitas Pesantren Jawa Barat, di Pondok Pesantren Pagelaran III Desa Gardusayang Kecamatan Cisalak, Subang, Minggu (23/7/2017).

Emil–sapaan akrab RK–menyebut, kedua orangtuanya merupakan aktivis HMI. Sang ayah, Atje Misbah Muhyiddin (alm), adalah dosen Fakultas Hukum Unpad dan tokoh HMI di masa pergantian rezim Orde Lama ke Orde Baru, serta pernah menjabat Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) PB HMI. Sang ibu, Tjutju Sukaesih Misbah, juga aktivis HMI.

“Jadi, kalau ada yang lain mengaku sebagai ‘anak ideologis’ HMI, bahkan saya ini ‘anak biologis’ dari HMI. Karena kedua orangtua saya aktivis HMI. Kalau enggak ada HMI, RK (Ridwan Kamil) enggak ada,”ujar Emil sambil berseloroh.

RK: Saya Cucu ke-50 KH Muhyiddin, Pendiri Pesantren Pagelaran Subang

RK juga, menuturkan silsilahnya sebagai orang Subang dan keturunan KH Muhyiddin, ulama besar pendiri Pondok Pesantren Pagelaran III Kecamatan Cisalak, Subang.

Sang ayah, Atje Misbah Muhyiddin (alm) adalah putra ke-11 dari total 23 putra KH Muhyiddin. Sedangkan sang ibu, Tjutju Sukaesih, berasal dari Citapen Tasikmalaya dan masih keturunan Bupati Limbangan (Garut).

“Dari sekitar 150 cucu KH Muhyiddin, saya adalah cucu ke-50,”ucapnya.

Selanjutnya, RK menegaskan, dirinya mantap maju menjadi Calon Gubernur (Cagub) Jabar, setelah mendapatkan izin (restu) dari sang ibu.

“Saya selalu mencari rido orangtua dalam mengambil keputusan dalam hidup. Karena sudah dapat rido ibu, saya enggak malu-malu lagi maju di pilgub,”katanya.

RK: Saya Bangun Umat dengan Seimbang, Dunia dan Akherat

Sebagai orang berlatarbelakang pesantren, dengan keluarga yang religius, RK mengaku, selama memimpin Kota Bandung, dirinya membangun umat dengan keseimbangan, antara aspek dunia dan akherat.

“Itulah mengapa taman-taman dibangun, tapi maghrib mengaji saya wajibkan. Sebanyak 2.000 mesjid di Kota Bandung harus menggalakkan mengaji. Anggaran Rp6 miliar pun saya kucurkan untuk kesejahteraan guru mengaji. Saya juga, membangun trotoar dan jembatan, tapi salat shubuh berjamaah diwajibkan di mesjid-mesjid. Pembinaan MTQ juga maksimal, qari-qarinya saya berangkatkan haji. Saya juga inisiasi gerakan bayar zakat via HP, sehingga, minat umat membayar zakat jadi meningkat. Karena itu, izinkan saya melayani umat lebih luas lagi di tingkat Jabar,”papar RK.

RK Diminta Nyalon Gubernur dari Jalur Independen

Dalam kesempatan tersebut, Komunitas Pesantren se-Jawa Barat yang dipimpin KH Chatimul Banin Muhyiddin, meminta RK agar mencalonkan gubernur melalui jalur perseorangan (independen).

“Mendukung M Ridwan Kamil untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Jabar 2018-2023 melalui jalur perseorangan atau independen. Dan kami bersedia menjadi ujung tombak pengumpulan syarat dukungan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku,”demikian bunyi deklarasi dukungan pilgub yang dibacakan KH Abdul Halim, Pengasuh Pesantren Al-Bayyinah Garut.

Pimpinan Ponpes Pagelaran III Cisalak, KH Dandi Sobron Muhyiddin, juga menegaskan kesiapannya mendukung RK maju melalui jalur perseorangan.

“Kami siap dukung beliau, apabila maju dari jalur independen, untuk mengumpulkan persyaratan dukungan sebanyak 2,3 juta KTP warga. Kami akan bantu sesuai tenaga, dan kami optimistis, sesuai hitung-hitungan waktu, syarat tersebut bisa tercapai dalam waktu dekat,”timpal KH Dandi.

Terkait desakan agar maju melalui jalur independen, RK mengaku, akan mereview, akan melihat dulu, apakah aspirasi independen ini memadai atau tidak, dengan kondisi waktu yang tersedia, yang hanya tersedia satu tahun.

“Tapi memang, jika memungkinkan, sebetulnya lebih nyaman (mencalonkan di pilgub) dengan jalur independen,”pungkas RK.

(Usep)

BERBAGI