Beranda Warta Desa Beras Berkutu didistribusikan Bulog Rancaudik?

Beras Berkutu didistribusikan Bulog Rancaudik?

BERBAGI

SUBANG-Penyaluran beras bulog untuk rumah tangga miskin jumat (21/4) siang di Pamanukan, menuai kecaman keras dari masyarakat pasalnya beras yang disalurkan Bulog Rancaudik diduga tak layak konsumsi karena beras yang sangat kotor, bau, berwana kuning dan dipenuhi bangkai kutu.

“Berasnya bubuk (hancur), banyak beunyeur (beras patah), banyak ditemukan bangkai  berkutu dan baunya apek begitu, sudah begitu, berasnya juga banyak debunya dan berwarna kuning beras kayak begini tak layak dikonsumsi manusia,”ujar Sumiyati Warga Rancasari

Diduga karena baunya yang menyengat beras bulog Rancaudik tersebut, banyak kutu didalam beras tersebut ikut mati warga seperti Sumiyati bahkan gerah dengan kejadian tersebut

“Bisa dibayangkan kutu aja mati yang ada didalam beras tersebut gimana masyarakat mau mengkonsumsi beras tersebut,” katanya

Lebih baik bulog rancaudik menyalurkan beras tersebut buat pakan ternak sajalah jangan disalurkan kemasyarakat pantura khususnya Pamanukan, masyarakat pantura walaupun miskin, tapi kami bukan hewan ternak yang layak dikasih beras seperti itu”ungkapnya Yati dengan nada kecewa

Staff Desa Rancasari Asep Maulana sebagai pihak yang menerima Beras tersebut mengaku, sebelumnya menerima beras tersebut dari pihak bulog  Rancaudik dengan sampel yang bagus. Namun saat akan dibagikan kepada warga, beras bulog tersebut bau, berwarna kuning, kotor dan banyak ditemukan bangkai kutu.
“Sebenarnya masyarakat Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan berharap bantuan yang diterimanya lebih layak, tapi kenyataannya tetap saja, raskin yang disalurkan ke desa tak layak konsumsi,”tuturnya.
Pihak Desa Sudah Melapor Bulog

Pihak Desa Rancasari  kecamatan Pamanukan sudah melaporkan kondisi rasta (raskin) tersebut kepada pihak Bulog Rancaudik. namun sampai sekarang belum ada penggantian sama sekali.

“Sudah kami laporkan kepada Bulog. Katanya nanti diusahakan penggantian, tapi kalau ada yang mau ambil, silahkan saja yang jelas, kondisinya tidak layak untuk dikonsumsi,” kata Asep lagi

Pantauan kami dilapangan warga enggan menerima beras tersbut karena menurut mereka sangat tidak layak dikonsumsi oleh manusia serta menyesalkan pihak Bulog yang mendistribusikan beras tersebut

“Saya tidak jadi ambil pak. Berasnya kuning, bau, kotor, banyak bangkai kutunya lagi. Beras ini tidak bisa dimakan. Biarlah saya tunggu kalau ada penggantian,” kata Anisa

Di Desa Rancasari harga beras Raskin dipatok harga Rp 24 Ribu untuk 15 kilogram.

Sejauh ini pihak bulog Rancaudik atau Sub Bulog Subang belum bisa dikonfirmasi tentang pengiriman beras yang tak layak konsumsi tersebut ke wilayah Kecamatan Pamanukan.

Red

BERBAGI