Beranda Jabar Gunakan Dana Zakat, Baznas Bidik Sektor Ekonomi Potensial

Gunakan Dana Zakat, Baznas Bidik Sektor Ekonomi Potensial

BERBAGI

BANDUNG-Sebanyak 40 orang warga yang tergabung dalam Kelompok “Mulya Tani Mandiri” Desa Cisaat Kecamatan Ciater Kabupaten Subang mulai memanen hasil pertanian bawang daun dan ketimun dari hasil dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat. Pertanian yang dikelola merupakan pertanian rumahan yang memanfaatkan pekarangan rumah warga.

Dikatakan Baznas Provinsi Jawa Barat, Arif Ramdani panen kali ini dengan menama enam ribu polibag bawang daun telah memanen 1 kwintal bawang daun. Dari hasil perhitungan bisa menambah penghasilan sebesar 300 ribu rupiah per orang setiap bulannya.

“Alhamdulillah. Ada pertambahan penghasilan tiga ratus ribu (rupiah) per bulan tiap anggota,” ujarnya usai mengikuti menyaksikan panen bawang daun bersama petani, Jum’at (21/4).

Selain menanami dengan tanaman bawang daun pekarangan warga ikut ditanam komoditas lainnya, yaitu ketimun.

Kemudian kata Arif program ini akan berlanjut dengan penguatan kelompok dengan membentuk pra koperasi.

“Mereka sudah bantu mereka menabung sebagai modal mereka untuk kegiatan operasional. Supaya kelompok ini kuat supaya berkembang dengan membentuk pra koperasi selanjutnya akan dibentuk Koperasi,” jelasnya.

Dengan adanya penguatan secara ekonomi, kata Arif diharapkan akan meningkatkan nilai ibadahnya.

“Harapan kita (warga yang dibantu bisa, red) meningkatkan nilai ibadahnya,” katanya.

Apabila ada potensi ekonomi lain yang bisa dikembangkan, kata Arif, Baznas akan mendorongnya dengan memenuhi syarat. Diantaranya warga tidak mampu secara ekonomi masuk katagori miskin. “Karena ini (menggunakan) dana zakat,” imbuhnya.

Kemudian usaha yang akan dikembangkan merupakan usaha kongkrit atau nyata yang bisa dikembangkan.

“Makanya nanti kami melakukan survai dulu supaya tepat sasaran. Kadang-kadang ‘kan ada juga yang mengajukan (usaha) jualan bakso tetapi tidak punya pengalaman jualan bakso. Akhirnya malah rodanya dijual,” katanya. Kemudian secara formal ada rekomendasi dari aparat setempat.

M.Ridwan

BERBAGI