Beranda Hukum Perusahaan Penyalur TKW Nunung Terancam Pidana Perdagangan Manusia

Perusahaan Penyalur TKW Nunung Terancam Pidana Perdagangan Manusia

BERBAGI

Jabarpress.com, Bandung-Masih ingat dengan Nunung Sumiati, 36, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Cilekor I RT 04/02 Desa Kedawung Kecamatan Pabuaran, yang disiksa majikannya di negara Qatar, hingga gigi-giginya rontok dan lengannya luka tersayat?

Ya, perusahaan penyalur yang memasilitasi keberangkatan TKW Nunung ke Qatar, terancam mendapat pidana UU Perdagangan Manusia (Human Trafficking).

Kasi Pelayanan dan Fasilitasi Tenaga Kerja Luar Negeri, Balai Pelayanan TKI Terpadu Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Zamhur, menduga, perusahaan penyalur yang memberangkatkan Nunung ke Qatar, ilegal.

Berdasarkan penelusuran pihaknya, TKW Nunung diberangkatkan ke Qatar oleh PT BA asal Karawang, yang notabene merupakan perusahaan bergerak di bidang Tour & Travel.

“Informasi yang diterima, perusahaan penyalur TKW Nunung ini bergerak di bisnis Tour & Travel. Jadi, memang bukan peruntukkannya,”ujar Zamhur.

Dia pun menegaskan, jika terbukti perusahaan tersebut menyalurkan TKI secara ilegal, maka ada konsekwensi hukumnya sesuai UU Human Trafficking (Perdagangan Manusia).

“Perusahaan penyalur tenaga kerja seperti ini, terancam Undang-undang tentang Human Trafficking atau Perdagangan Manusia. Bahkan, bila sekadar memasilitasi saja, itu ancaman pidananya 5 tahun penjara dan denda Rp50 juta Rupiah,”tegasnya.

Selain itu, jika perusahaan penyalur tenaga kerja tersebut resmi terdaftar di instansinya, atau masuk ke dalam Sisko TKLN, Disnakertrans Jabar berhak memberikan sanksi tegas.

“Dikeluarkan oleh PT (perusahaan) apa, sponsornya siapa, kalau PT-nya terdaftar di kami, itu gampang, diblokir saja perusahaannya, karena ada di sistem kami. Mereka akan kewalahan,”tuturnya.

Saat ini, ungkap dia, oknum calo dari PT BA yang memasilitasi keberangkatan TKW Nunung, sudah membayarkan gaji Nunung selama 7 bulan, ditambah uang ganti rugi, plus biaya pengobatan, dengan total mencapai Rp33 juta.

“Tapi, proses hukum tetap harus dilanjutkan,”katanya.

Selanjutnya, Zamhur menerangkan, jumlah TKI asal Jawa Barat yang berangkat ke luar negeri, relatif mengalami penurunan setiap tahunnya.

Pada 2014 misalnya, jumlah TKI Jabar yang bekerja ke luar negeri sebanyak 105.532 orang. Jumlah ini menurun di
2015 menjadi 62.986 orang. Dan kembali menurun di 2016 menjadi sekitar 51.040 orang.

“Begitu pula dengan kasus yang menimpa para TKI, cenderung turun setiap tahun. Pada 2014 misalnya, ada 151 kasus, lalu pada 2015 sebanyak 174 kasus, dan di 2016 hanya sebanyak 59 kasus,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Subang, yang bekerja di negeri Qatar Timur Tengah, Nunung Sumiati, 36, warga Kampung Cilekor I RT 04/02 Desa Kedawung Kecamatan Pabuaran, mengalami kekerasan fisik dari majikannya.

Tak hanya dipukul atau dibentur oleh benda tumpul hingga giginya rontok, TKW malang ini, juga disayat pisau oleh majikannya, Abdul Salim Marjuk Al-Abdalah.

Tak tahan dengan siksaan itu, Nunung memilih pulang ke Indonesia pada 26 Februari 2017 lalu, dengan cara melarikan diri dari rumah majikannya.

Usep

BERBAGI