Beranda Ekonomi Biayai Rutilahu di Subang, Pemerintah ‘Ngutang’ 450 Juta Dollar AS ke Bank...

Biayai Rutilahu di Subang, Pemerintah ‘Ngutang’ 450 Juta Dollar AS ke Bank Dunia?

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, berencana menyalurkan bantuan perumahan, untuk memerbaiki rumah tidak layak huni (rutilahu) di sejumlah daerah. Salah satunya di Kabupaten Subang.

Untuk membiayai program perumahan tersebut, pemerintah mendapat bantuan pinjaman sebesar USD 450 juta dari Bank Dunia (World Bank).

Perwakilan Bank Dunia, Talita Yuwono, mengungkapkan, pinjaman senilai USD 450 juta untuk kepentingan perumahan rakyat ini, diberikan melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Lalu, disalurkan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembiayaan Perumahan dan Ditjen Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR. Selanjutnya, kementerian mendistribusikan dana itu kepada pemerintah daerah, melalui skema APBN.

“Bantuan (pinjaman) disalurkan untuk dua ditjen, yakni pembiayaan perumahan dan penyediaan perumahan. Nanti, dua ditjen ini yang mengalokasikannya, berapa jumlah rumah yang akan dibantu,”ujar Talita usai bertemu pejabat Pemkab Subang, Rabu (12/4/2017).

Dalam kunjungannya ke Subang didampingi pihak Kementerian PUPR dan Dinas Perumahan Provinsi Jawa Barat, Talita menyebut, pinjaman ini merupakan program yang pertama kali melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dalam rangka mendukung National Affordable Housing Program, yang dibiayai oleh Bank Dunia.

“Jadi, kedatangan kami ke Subang, untuk mengetahui jumlah rumah dan kondisi perumahan yang akan dibantu. Sebab, bantuan pinjaman kepada Indonesia sebesar USD 450 juta ini, untuk kepentingan perumahan rakyat,”tuturnya.

Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih, mengapresiasi kunjungan Bank Dunia ke Subang untuk memberikan bantuan perumahan. Sebab, masih banyak rumah yang kurang layak huni. Terlebih, akhir-akhir ini wilayah Subang sering dilanda bencana angin puting beliun.

“Bencana datang tidak terduga, dan menimbulkan kerusakam pemukiman,”imbuhnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perumahan Provinsi Jawa Barat, Sarju Bindarum, menyebut, berdasarkan usulan Pemkab Subang, terdapat 873 unit rutilahu yang akan dibantu. Dengan nilai bantuan sebesar Rp15 juta/unit rumah.

“Selain Subang, ada beberapa daerah lainnya yang disurvey, yakni Garut, Sukabumi, Ciamis dan Cianjur,”katanya.

Adapun teknis penyalurannya, bantuan akan masuk ke rekening penerima, tetapi tidak dapat dicairkan, pencairannya langsung ke rekening toko (toko bangunan). Pemilihan toko atau penyedia bahan bangunan, ditunjuk oleh penerima.

“Tapi, penunjukkannya harus sesuai dengan kualifikasi. Di antaranya, toko harus punya NPWP, pokoknya jelas status tokonya. Atau bisa pemerintah daerah menentukan kualifikasinya, atau bekerjasama dengan agen bahan bangunan di daerah,”beber Sarju.

Salah satu lokasi yang diproyeksikan mendapat bantuan perumahan dari Bank Dunia tersebut, yakni asrama polisi di Jalan Otista Subang.

“Dengan perbaikan tersebut, bisa menambah kenyamanan anggota yang menghuninya dan memperindah kota,”timpal Waka Polres Subang, Kompol Johanson.

Usep

BERBAGI