Beranda Nasional Sekitar 1,6 Juta Siswa Serentak Laksanakan UN SMA/MA Hari Ini

Sekitar 1,6 Juta Siswa Serentak Laksanakan UN SMA/MA Hari Ini

BERBAGI

Jabarpress.com, Bandung-Ujian Nasional bagi Pelajar SMA/MA akan dilaksanakan hari ini (10/04).

Sekitar 1,6 juta siswa dari 9.652 SMA/MA sederajat mulai melaksanakan Ujian Nasional (UN) 2016/2017.

Sekitar 1,03 juta siswa akan menjalaninya dengan berbasis komputer (UNBK), sedangkan sisanya masih secara konvensional menggunakan kertas dan pensil (UNKP).

Pelaksanaan UN SMA/MA sederajat ini berlangsung hingga Kamis, 13 April 2017.

Sebelumnya pelaksanaan Ujian Nasional untuk siswa SMK dilaksanakan pada tanggal 3-6 April 2017 dilaksanakan serentak seluruh Indonesia.

Sementara untuk pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat SMP/MTs akan dilaksanakan pada 2-8 Mei 2017

Dilansir laman Pikiran Rakyat.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, berharap pelaksanaan UN SMA/SMA lebih lancar dari UN SMK yang masih diwarnai beragam kendala teknis, seperti aliran listrik padam dan hambatan jaringan internet.

Dia mengakui, UN tahun ini masih belum sempurna, kendati sudah lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Masih banyak yang harus dibenahi,” ujar Muhadjir melalui pesan singkat kepada “PR”.

Mata pelajaran yang akan diujikan pada hari pertama yakni Bahasa Indonesia. Ujian terbagi dalam dua sesi dimulai pukul 7.30-12.30.

Ujian mata pelajaran Matematika akan digelar pada hari kedua, sedangkan Bahasa Inggris di hari ketiga.

Pada hari terakhir, siswa akan menjalani ujian satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan masing-masing.

Inspektur Jenderal Kemendikbud, Daryanto menyatakan, pemerintah daerah dan provinsi wajib untuk membantu mengurangi terjadinya beragam kendala teknis.

Seperti menjalin kerja sama dengan pihak PLN untuk mendukung penguatan prosedur operasional standar ujian. Dalam hal ini menjamin ketersediaan pasokan listrik.

Pemerintah pusat juga berharap banyak kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengontrol dinas pendidikan di daerah.

“Peran BPKP sangat penting selain Lemsaneg dan Ombudsman,” katanya.

Ia mengatakan, UN akan berjalan lancar jika semua pihak bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

“Untuk memperkuat keamanan sistem di pusat, kami juga melibatkan peretas yang beretika. Selain Lemsaneg dari sisi informasi, dan ombudsman, pengawasan internal juga ditingkatkan dengan peran BPKP. Pengawasan operasional menggerakan semua unsure di pemerintah daerah, harus peduli,”ujarnya.

(Red)

BERBAGI