Beranda Ekonomi Tiga Tahun Mangkrak, Proyek Gas Kota Rp43 Miliar Akhirnya Resmi Dioperasikan Pertamina

Tiga Tahun Mangkrak, Proyek Gas Kota Rp43 Miliar Akhirnya Resmi Dioperasikan Pertamina

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Proyek gas bumi untuk rumah tangga, dikenal dengan City Gaz (Gas Kota), yang berlokasi di Desa Cidahu Kecamatan Pagaden Barat dan Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang, akhirnya resmi beroperasi.

Peresmian pemanfaatan proyek senilai Rp43 miliar yang sempat mangkrak selama tiga tahun lebih sejak 2013 itu, berbarengan dengan peresmian beroperasinya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), yang berlokasi di pinggir jalan raya Otista Subang.

Peresmian yang berlangsung Jumat siang (7/4/2017) pukul 13.00 WIB ini, dihadiri langsung oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, I Gusti Nyoman Wiratmaja; Presiden Direktur PT Pertagas, Linda Sunarti; Manager CNG & GCity Direktorat Gas PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito; Direktur Finance & Business Support PT Pertamina EP, Nalendra Widjanto; Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP, Doni Maryadi Oekon; dan Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian ESDM yang telah memasilitasi dan memberikan kepercayaannya kepada Subang, untuk program jaringan gas rumah tangga serta infrastruktur SPBG,”ujar Plt Bupati Imas.

Pihaknya berharap, peresmian beroperasinya proyek gas rumah tangga oleh Pertamina ini, langsung ditindaklanjuti dengan sosialisasi kepada masyarakat, terutama warga penerima manfaat program.

“Harapannya, segera dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang gas rumah tangga ini, supaya masyarakat aman menggunakannya,”ucapnya.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP, Doni Maryadi Oekon, menyebut, program gas bumi untuk rumah tangga, merupakan konversi dari bahan bakar minyak ke gas, yang terjangkau oleh masyarakat.

“Kami mendukung program-program kementerian, yang menunjang kesejahteraan masyarakat,”katanya.

Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, I Gusti Nyoman Wiratmaja,  menambahkan, Subang merupakan daerah yang memiliki sumberdaya alam gas, yang didukung pengembangan infrastrukturnya.

Dia menyebut, dari 8 kelurahan yang ada di Kota Subang, baru 2 kelurahan yang memeroleh bantuan pemasangan jaringan gas rumah tangga secara gratis.

“Harapannya, program ini bisa dilanjutkan untuk warga Subang lainnya,”pungkas Nyoman.

Sekadar diketahui, proyek Gas Kota mulai berlangsung sejak 2013 silam. Proyek yang dibiayai dana APBN 2013 senilai Rp43,5 miliar ini, dikerjakan oleh kontraktor PT. Markinah asal Jakarta.

Namun, sejak pemasangan jaringan (instalasi) gas ini tuntas dibangun ke setiap rumah pada pertengahan 2013 silam, proyek tersebut sempat terkatung-katung dan tidak jelas kelanjutannya.

Warga penerima program dari dua kelurahan pun, yang jumlahnya mencapai 4.000 KK, sempat beberapa kali memertanyakan kelanjutan proyek tersebut. Karena manfaatnya belum bisa dinikmati, akibat gasnya belum mengalir.

Semula, program yang telah direncanakan pemerintah sejak 2012 tersebut, hanya diperuntukkan bagi warga Desa Cidahu saja. Namun, karena warga Cidahu hanya berjumlah 2.500-an orang, sementara kuota dari pemerintah pusat harus berjumlah 4.000 KK, maka, sasaran program diperluas ke wilayah Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang sebanyak 1.500 orang.

usep

BERBAGI