Beranda Hukum Jasad Kasem TKW Yang Meninggal di Suriah dipulangkan

Jasad Kasem TKW Yang Meninggal di Suriah dipulangkan

BERBAGI

Jabarpress.com, Indramayu- Kematian tenaga kerja wanita asal Indramayu (Kasem) 30 menyesakkan dada keluarga yang ditinggalkan. Warga Indramayu yang bekerja di Suriah sebuah negara Timur Tengah yang tengah dilanda perang ini diduga meninggal setelah sakit dan berangkat ke Suriah diduga menggunakan jalur illegal alias tidak resmi menurut salah seorang kerabatnya Kasem pernah menjadi TKI resmi 2 tahun dinegara yang sama

“Dia udah 8 bulan kerja disana, sampai sekarang meninggalnya sebelumnya dia pernah juga bekerja di Suriah, ya kami khawatir sih karena kan negaranya sedang perang saudara kami juga sangat khawatir,” kata Rosim kepada Jabarpress.com

Agency Illegal Sering Rugikan TKI, Pemerintah Punya Regulasi Untuk Memberi Sangsi

Kasus pemberangkatan TKI secara illegal memang sering terjadi dan menimpa warga Indonesia padahal pemerintah sudah mengeluarkan moratorium ke sejumlah negara di Timur Tengah melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 206 Tahun 2015. Kasem pun diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang

Sebelumnya kasus TKW di Subang juga menjadi perhatian publik pasanya Nunung korban penyiksaan majikan diduga juga merupakan TKI illegal dan diberangkatkan agen yang bukan perusahaan resmi atau terdaftar di dinas tenaga kerja propinsi. Saat itu Kasie penempatan dan Fasilitas tenaga kerja Disnakertrans Jabar kepada Wartakini.co mengaku geram mendengar seringnya terjadi pemberangkatan TKI secara illegal

Dan saat itu Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui disnakertrans Jabar juga menyoroti perusahaan yang memberangkatkan Nunung diduga illegal

Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitasi Tenaga Kerja Luar Negeri, Balai Pelayanan TKI Terpadu Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Zamhur mengatakan jika terbukti menyalurkan TKI secara illegal maka ada konsekwensi hukumnya

“Perusahaan Penyalur tenaga kerja seperti ini, sponsornya itu diancam undang undang tentang Human Traficking mereka tidak paham UU 21, bila memfasilitasi saja diancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp. 50 Juta Rupiah,” Katanya saat ditemui dikantornya

Masih Menurut Zamhur Dinas tenaga kerja propinsi Jawa-Barat bisa mensangsi perusahaan penyalur tenaga kerja yang terdaftar di instansinya atau masuk kedalam sisko TKLN

“Dikeluarkan oleh PT apa, sponsornya apa, kalau PTnya terdaftar dikami gampang diblokir aja perusahaanya karena ada disistem dan akan kewalahan mereka,” Kata Zamhur

(Red)

BERBAGI