Beranda Nasional Digembleng Kemendagri Soal Pilkada, Hansip Kok Enggak Digaji

Digembleng Kemendagri Soal Pilkada, Hansip Kok Enggak Digaji

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Sekitar 75 orang hansip (pertahanan sipil), kini bernama Linmas (Perlindungan Masyarakat), yang merupakan perwakilan dari seluruh Kabupaten Subang, mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Bimtek yang diselenggarakan oleh Direktur Jenderal Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri selama tiga hari, 6-8 April 2017 ini, memuat materi/wawasan mengenai penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dan sosialisasi Permendagri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penugasan Satuan Perlindungan Masyarakat dalam Penanganan Ketentraman, Ketertiban dan Keamanan.

“Kegiatan ini, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Linmas dalam pelaksanaan pilkada serentak di daerah,”ujar Ketua Panitia Bimtek, Beny Marolop Pakpahan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Endang Try Setyasih, mengatakan, pada 2018 nanti, akan digelar Pilkada dan Pilgub, sehingga, perlu dipersiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang profesional, untuk membantu pengamanan penyelenggaraannya.

“Karena itu, bimtek untuk para anggota Linmas sangat penting. Mengingat selama ini, keberadaan Linmas sangat efektif membantu pengamanan ketertiban di daerah-daerah,”imbuhnya.

Kendati eksistensi Linmas dinilainya penting dan loyalitasnya sangat tinggi kepada pemerintah, namun pihaknya mengakui, hingga kini, petugas Linmas belum mendapat gaji dari negara.

“Walaupun (Linmas) enggak digaji oleh negara, tapi Linmas sangat loyal terhadap daerahnya. Sehingga, agar tercipta sinergi yang baik, pemda setempat harus memerhatikan, apakah Linmas ini sudah diperhatikan BPJS-nya, pendidikan anak-anaknya, dan kesejahteraannya? Sebab, mereka (Linmas) adalah modal dasar terciptanya ketenteraman di daerah,”tegas Endang.

Usep

BERBAGI