Beranda Ekonomi Sekjen Kemhan RI: Propelan Dahana adalah Kemandirian Bangsa!

Sekjen Kemhan RI: Propelan Dahana adalah Kemandirian Bangsa!

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) RI, Laksdya TNI Dr. Widodo, MSc., bersama rombongan mengunjungi kawasan Energetic Material Center (EMC) milik PT DAHANA (Persero), yang berlokasi di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kedatangan rombongan pejabat tinggi Kemhan RI yng berlangsung Senin pekan ini, 27 Maret 2017, untuk meninjau langsung perkembangan akhir pembangunan Pabrik Nitrogliserin (NG).

Rombongan disambut antusias oleh Direktur Utama PT Dahana (Persero) Budi Antono, beserta seluruh jajaran direksi dan unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemhan RI, Laksdya TNI Widodo, menegaskan, Pabrik NG merupakan fondasi awal dalam membangun kemandirian bahan peledak dalam negeri.

Karena itu ke depan, pihaknya berharap, pemerintah bisa mewujudkan cita-cita membangun industri propelan sendiri.

“Pembangunan pabrik propelan harus bergerak maju dan harus terwujud, demi mewujudkan kemandirian nasional. Pabrik Nitrogliserin ini adalah fondasinya,”ujar Widodo.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan RI, Ane Kusmayati, menyatakan hal serupa, bahwa pembangunan industri propelan dilakukan secara bertahap, dan Kemhan telah merancang program tersebut.

Propelan merupakan komponen utama munisi bagi kebutuhan persenjataan ringan alutsista seperti meriam, kanon dan roket, maupun untuk kepentingan sipil dan industri.

Propelan mempunyai manfaat strategis antara lain, kemandirian ketahanan dan pertahanan nasional dan penegakan kedaulatan negara, terdukungnya kebutuhan operasi baik kuantitas maupun kualitas, salah satu sumberdaya pengembangan Alutsista dan meningkatkan aspek deterrent.

“Ada beberapa jenis propelan, yaitu munisi kaliber kecil (MKK), munisi kaliber besar (MKB), dan roket.  Nah, roadmap-nya sudah ada, terdiri dari tahap satu dan tahap dua. Pada tahap awal ini, disepakati untuk membangun industri propelan MKK,”imbuh Anne.

Pembangunan Pabrik NG ini adalah bagian dari pembangunan industri propelan untuk MKK. Dimana MKK ini, jelas Anne, merupakan hal urgent untuk memenuhi kebutuhan bahan peledak militer, khususnya untuk pengisian peluru.

“Selama ini industri senjata, khususnya isian peluru, masih didatangkan dari luar negeri. Padahal, untuk mewujudkan kemandirian dalam negeri, perlu adanya industri yang mampu menyediakan bahan tersebut. Karena itu kita tengah mengarah ke arah tersebut,”katanya.

Seperti diketahui, Nitrogliserin (NG) sendiri merupakan bahan baku pembuatan propelan. Balitbang Kemhan RI sebagai pemilik proyek, membangun fasilitas ini di lahan Energetic Material Center (EMC) PT Dahana.

Pembangunan industri propelan merupakan bagian dari 7 program prioritas, untuk kemandirian dalam alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang digagas pemerintah pusat.

Propelan produksi DAHANA nantinya akan menjadi komponen utama dalam produksi MKK dan MKB, yang diperuntukkan bagi peluru kendali balistik, roket, dan industri sipil.

Kebutuhan propelan dalam negeri sampai saat ini masih sepenuhnya diperoleh dari impor. Sehingga sangat rawan terhadap embargo dan kemandirian kemampuan pertahanan NKRI.

Red

BERBAGI