Beranda Ekonomi Nasib Pencari Udang Rebon Jelang Berdirinya Pelabuhan Patimban

Nasib Pencari Udang Rebon Jelang Berdirinya Pelabuhan Patimban

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Keberadaan Pelabuhan Internasional Patimban di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara, diyakini akan membawa banyak dampak, baik positif maupun negatif, bagi lingkungan masyarakat sekitarnya.
Di antaranya, hilangnya profesi dan mata pencaharian sehari-hari warga setempat. Hal ini, sepertinya akan dialami Kasmo, 58, warga Kampung Trungtum, Desa Patimban.

Pria paruh baya yang sehari-hari bermata pencaharian sebagai pencari rebon (udang kecil) dan hurang (udang gede) ini, mengaku, khawatir akan nasibnya jika pelabuhan tersebut beroperasi.

Selama ini, profesi yang dilakoninya cukup untuk menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya.

“Dalam sehari, saya paling banyak dapat 25 kilogram rebon dan udang. Lalu, saya jual ke tempat pelelangan ikan dengan harga Rp2.000/kilo. Lumayan buat biaya keluarga,”katanya, kepada Jabarpress.com.

Setiap hari, dirinya mendatangi kawasan pantai Patimban sekitar pukul 04.00 WIB pagi, atau pukul 14.00 WIB siang, tergantung kondisi angin.

“Nyari rebon kan tergantung kondisi angin. Makanya, karena tadi pagi anginnya gede, saya pulang dulu, dan ke laut lagi pukul 2 siang,”ucapnya.

Dia mengaku, terus menekuni profesi ini, karena tidak memiliki alternatif usaha lainnya.

“Gimana lagi, karena memang enggak ada lagi usaha yang lain. Pekerjaan ini lumayan untuk membiayai anak-istri,”ujarnya.

Bingung Kerja Setelah Pelabuhan Dibangun

Kasmo sendiri tahu, jika pelabuhan Patimban dibangun, dirinya bersama warga lainnya, tidak bisa lagi mencari rebon dan hurang. Karena itu, dia berharap, pemerintah bisa memikirkan nasibnya.

“Kalau pelabuhan dibangun, saya pasti kehilangan mata pencaharian. Inginnya ada ganti pekerjaan, karena sekarang cuma ini satu-satunya pekerjaan saya,”ungkapnya.

Soal pengganti pekerjaan, dia berpikir jika menggembala kambing merupakan salah satu alternatif, dan berharap pemda setempat bisa membantunya.

“Paling-paling ngangon wedus (kambing), ini bagus buat ganti kerja cari rebon, mudah-mudahan pemerintah bisa memberi solusinya,”pungkasnya.

Red

BERBAGI