Beranda Hukum Pantang Menyerah, Korban Longsor Cibitung Terus Tagih Janji PT Star Energy

Pantang Menyerah, Korban Longsor Cibitung Terus Tagih Janji PT Star Energy

BERBAGI

Jabarpress.com, Bandung-Warga korban longsor Cibitung Kabupaten Bandung kembali berkumpul di Kampung Rancamanyar Desa Margamukti, guna mengevaluasi gerakan mereka, untuk terus memertanyakan realisasi janji PT Star Energy.
Perwakilan warga yang menjadi korban longsor Cibitung, Jajang, 51, menyebut, janji yang disuarakan oleh PT Star Energy bahwa warga akan diberi pekerjaan, pendidikan dan rumah, ibarat harapan palsu. Pasalnya, hingga kini, janji perusahaan panas bumi (gheotermal) tersebut, tidak kunjung direalisasi.

“Berharap sekali mendapat pekerjaan yang dijanjikan, tapi sampai sekarang belum juga didapat. Tidak tua dan tidak muda pasti bekerja di Star Energy, begitu janji perusahaan dulu,”keluh Jajang.

Salah seorang Tim Advokasi korban longsor Cibitung dari Ormas MAPANCAS, Cecep, memastikan, akan terus melakukan berbagai upaya hukum dan politik, untuk meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan.

“Kami akan terus melakukan upaya hukum dan politik untuk menagih janji pihak perusahaan panas bumi yang terbesar di dunia ini, karena ini adalah penindasan terhadap rakyat,”imbuh Cecep.

Terpisah, Kuasa Hukum warga korban longsor Cibitung dari kantor hukum Sony M Kamal, SH, Sachrial, menegaskan, beberapa bulan ke depan akan ada “longsor” baru untuk mereka, karena telah memberikan harapan palsu dan menelantarkan para korban.

“Ini ironis sekali, ketika Pak Jajang (korban longsor) misalnya, pernah berharap sekali mendapat pekerjaan yang dijanjikan, tapi sampai sekarang belum juga didapatkan. Harapan berikutnya didapat dari korban meninggal Pak Iran, sungguh tidak etis saat mayat terbujur, pihak perusahaan malah bertanya kepada istri korban, ‘mau ngajukan berapa bu untuk korban?’, padahal korban sudah meninggal. Perusahaan juga janji menjamin pendidikan anak-anak korban longsor Cibitung untuk disekolahkan hingga ke perguruan tinggi, tapi nyatanya hanya harapan palsu,”beber Sachrial.

Sementara itu, hingga kini, manajemen PT Star Energy belum memberikan tanggapan resmi, terkait keluhan para korban longsor Cibitung Desa Margamukti Kabupaten Bandung ini.

Red

BERBAGI