Beranda Hukum Soal TKW Nunung, DPP MAPANCAS Siap Kirim Nota Protes Ke Pemerintah Qatar

Soal TKW Nunung, DPP MAPANCAS Siap Kirim Nota Protes Ke Pemerintah Qatar

BERBAGI

Jabarpress.com, Jakarta-Kasus kekerasan yang dialami TKW asal Kabupaten Subang yang bekerja di negara Qatar, Nunung Sumiati, mendapat atensi serius dari berbagai kalangan, termasuk organisasi kemasyarakatan.

DPP Mahasiswa Pancasila (MAPANCAS) misalnya, menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang dialami Nunung, dan berkomitmen untuk mengadvokasinya.

“Kami akan menyarankan di DPP segera bentuk tim untuk mengadvokasi korban, dan meminta jajaran DPD Mapancas Jabar dan Subang untuk mendampingi korban,”ujar Ketua Dewan Pembina MAPANCAS, Sachrial, dalam pernyataan tertulisnya kepada Jabarpress.com.

Selain itu, dia menegaskan, organisasinya juga berencana mendatangi Kedubes Qatar, untuk memprotes tindak kekerasan yang dialami TKW Nunung, sekaligus menuntut tanggungjawab negara tersebut.

“Kami secepatnya mendatangi Kedubes Qatar untuk menyampaikan nota protes pada Pemerintah Qatar. Bagaimanapun, korban adalah warga Indonesia, kami pasti membelanya,”ujar Sachrial.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP MAPANCAS, Ridwan Hartiwan, menyebut, organisasinya mengecam keras tindakan semena-mena warga Qatar, Salim Marzuk Abdallah, yang menjadi majikan TKW Nunung.

Pemerintah Qatar, kata dia, wajib mengusut kasus tersebut, karena berpotensi mengganggu hubungan kedua negara.

“Meminta Pemerintah Qatar benar-benar menghukum terduga pelaku penyiksaan terhadap Nunung, dan kami juga minta pemerintah Indonesia lebih proaktif terkait penyiksaan terhadap TKW, yang jelas-jelas mereka mendatangkan devisa pada negara. Mereka tak layak diperlakukan seperti itu,”tuturnya.

Selanjutnya, pihaknya meminta Kemnakertrans RI dan BNP2TKI berkomitmen, agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Korban adalah warga negara Indonesia. Pemerintah, baik pusat, provinsi hingga kabupaten, selayaknya memberikan pendampingan dalam upaya hukum, dan menindak tegas para penyalur tenaga kerja terkait, jika penyaluran TKW ini menyalahi aturan yang ada,”ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Subang, yang bekerja di negeri Qatar Timur Tengah, Nunung Sumiati, 36, warga Kampung Cilekor I RT 04/02 Desa Kedawung Kecamatan Pabuaran, mengalami kekerasan fisik dari majikannya.

Tak hanya dipukul atau dibentur oleh benda tumpul hingga giginya rontok, TKW malang ini, juga disayat dengan pisau oleh majikannya, Abdul Salim Marjuk Al-Abdalah.

Tak tahan dengan siksaan itu, Nunung memilih pulang ke Indonesia pada 26 Februari 2017 lalu, dengan cara melarikan diri dari rumah majikannya.

(Redaksi)

BERBAGI