Beranda Daerah Kawal Kasus TKW Nunung, Disnaker Jabar Minta Subang Segera Lapor

Kawal Kasus TKW Nunung, Disnaker Jabar Minta Subang Segera Lapor

BERBAGI

Jabarpress.com, Bandung-Pemerintah Provinsi Jawa Barat angkat bicara ihwal kasus kekerasan yang dialami TKW asal Kabupaten Subang yang bekerja di Negara Qatar, Nunung Sumiati.
Melalui Balai Pelayanan TKI Terpadu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, pemprov menegaskan, akan mendampingi penanganan kasus TKW Nunung, hingga tuntas.

“Nunung ini kan warga kita, pasti kita lakukan pendampingan, agar kasusnya tuntas dan mendapatkan hak-haknya secara layak,”ujar Kasi Pelayanan dan Fasilitasi Tenaga Kerja Luar Negeri, Balai Pelayanan TKI Terpadu Provinsi Jawa Barat, Zamhur, kepada Jabarpress.com, di ruang kerjanya di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (16/3/2017).

Kendati demikian, hingga kini, pihaknya belum menerima laporan terperinci, ihwal kasus kekerasan yang dialami TKW asal Kampung Cilekor I RT 04/02 Desa Kedawung Kecamatan Pabuaran, Subang tersebut.

“Cuma memang, kasus TKW Nunung ini, belum masuk laporannya ke kami. Diharapkan, dinas kabupaten segera masukkan laporan lengkapnya,”katanya.

Lazimnya, ungkap dia, setiap terjadi permasalahan yang dialami TKI, instansinya langsung menerima pemberitahuan dari Kementerian Luar Negeri RI dan BNP2TKI, serta laporan detail dari disnaker kabupaten/kota.

Selanjutnya dia menegaskan, jika keberangkatan korban ke luar negeri melalui jalur resmi (legal), maka pihaknya berkewajiban melindungi dan membela hak-haknya.

Kendati begitu, kalaupun keberangkatannya tidak melalui jalur yang sah (ilegal), dalam statusnya sebagai warga negara, pihaknya tetap mengupayakan langkah pendampingan.

“Sebetulnya, kalau berangkatnya ilegal, itu bukan bagian dari pengawasan kami. Namun, sebagai warga negara dan kemanusiaan, kami tetap upayakan pendampingan kasusnya,”ucap Zamhur.

Ke depan, ungkap dia, untuk meminimalisir terulangnya berbagai kasus kekerasan yang menimpa TKI/TKW, pemerintah melalui lembaga imigrasi terus memerketat keberangkatan.

“Bahkan, jika hasil pemeriksaan imigrasi terhadap data-data calon TKI/TKW, hasilnya meragukan, maka imigrasi berhak membatalkan keberangkatannya. Jadi memang, saat ini imigrasi terus lakukan pengetatan. Bahkan, sudah 19 negara di kawasan Timur Tengah yang ditutup aksesnya untuk tujuan TKI,”pungkas Zamhur.

Sebelumnya diberitakan, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Subang, yang bekerja di negeri Qatar Timur Tengah, Nunung Sumiati, 36, warga Kampung Cilekor I RT 04/02 Desa Kedawung Kecamatan Pabuaran, mengalami kekerasan fisik dari majikannya.

Tak hanya dipukul atau dibentur oleh benda tumpul hingga giginya rontok, TKW malang ini, juga disayat dengan pisau oleh majikannya, Abdul Salim Marjuk Al-Abdalah.

Tak tahan dengan siksaan itu, Nunung memilih pulang ke Indonesia pada 26 Februari 2017 lalu, dengan cara melarikan diri dari rumah majikannya.

(Redaksi)

BERBAGI