Beranda Daerah Dituding Tak Berizin, Ini Jawaban Pengusaha Ritel TOKMA

Dituding Tak Berizin, Ini Jawaban Pengusaha Ritel TOKMA

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang–Tudingan sejumlah kalangan mengenai status perizinan toko modern TOKMA, yang baru-baru ini diresmikan operasionalnya di wilayah Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, mendapat tanggapan dari pihak pengelola.

Perwakilan PT Panca Tokma Lestari yang menaungi toko modern TOKMA, Asep Surya, menegaskan, perusahaan ritel yang berkantor pusat di Bandung ini, sudah mengantongi sejumlah perizinan yang diperlukan.

“Perizinan sudah ada, mulai dari izin lingkungan, pemerintah desa dan kecamatan. Kami juga berkoordinasi baik dengan unsur-unsur muspika lainnya,”ujar Asep kepada Jabarpress.com, Rabu (15/3/2017).

Kendati begitu, pihaknya mengakui, jika izin dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Subang, belum keluar. Padahal, pengajuan izin tersebut sudah disampaikannya sejak lama, ketika pimpinan BPMP dijabat pejabat lama.

Namun menurut dia, saat itu pihak BPMP menolak mengeluarkan izin, dengan dalih, kuota (jumlah) toko modern dibatasi hanya 150 buah sesuai perda.

“Menurut mereka (BPMP), kuotanya sudah penuh. Kami beberapa kali memohon perizinan, berkas pengajuannya pun sudah masuk, tapi enggak dikasih ruang, ‘pintunya’ ditutup. Kata mereka (BPMP), kuotanya cuma 150 buah,”ucapnya.

Karena itu, pihaknya keberatan jika dituding tidak mematuhi ketentuan yang berlaku, atau tidak menempuh prosedur perizinan.

“Kami sudah berupaya menempuh perizinan sesuai prosedur, kami taat aturan. Enggak bener jika ada yang menuduh kami enggak patuh aturan. Bahkan, saat inipun, upaya untuk memeroleh kelengkapan dokumen, terus kami lakukan, seperti mengajukan UPL/UKL ke Dinas Lingkungan Hidup,”papar Asep.

Saat ini, dari target pendirian lima unit TOKMA, pihaknya sudah membangun empat unit. Yakni, di Kecamatan Jalancagak, Subang Kota di Jalan Cadika, Pagaden di wilayah Desa Sukamulya, dan Pamanukan. Adapun satu lagi, direncanakan dibangun di daerah Kalijati Timur Kecamatan Kalijati.

“Selain di Subang, TOKMA juga sudah berdiri di kota/kabupaten lain di Jawa Barat. Di antaranya, Karawang, Bekasi, Garut, Purwakarta, Bogor, dan lainnya. Targetnya, kami bisa membangun 4-5 unit di setiap daerah. Khusus di Bandung, merek dagang yang kami pakai itu BORMA,”ungkapnya.

Asep menerangkan, dari segi luas gerai (toko), TOKMA termasuk kategori menengah, yakni toko dengan ukuran 400-800 meterpersegi.

“Kalau minimarket, itu ukuran 400 meterpersegi ke bawah. Supermarket, itu ukuran 800-1.000 meterpersegi. Sedangkan ukuran 1.000 meterpersegi ke atas, itu ada Mall dan Ulakan,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Subang, Kusman Yuhana Natasaputra, mengaku, belum memberikan izin pendirian atas toko modern tersebut.

“Belum, karena terkendala aturan,”imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Subang, Yayat Sudrajat, menyebut, pengajuan UPL/UKL yang disampaikan manajemen TOKMA, sudah masuk kepada staf di instansinya.

“Sudah masuk ke staf, masih kami kaji,”timpalnya.

Redaksi 

BERBAGI