Beranda Ekonomi Duh, Ribuan Hektar Tanah Timbul Patimban Dilelang ‘Murah’ di Situs Belanja Online?

Duh, Ribuan Hektar Tanah Timbul Patimban Dilelang ‘Murah’ di Situs Belanja Online?

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Seiring menggeliatnya pembangunan infrastruktur Pelabuhan Internasional Patimban, di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, aksi penjualan tanah timbul kian berlangsung massif.
Bahkan, sejumlah pembeli, terutama yang berasal dari kalangan perusahaan atau PT (perseroan terbatas), sudah mulai melelang dan menawarkan tanah timbul yang dibelinya, kepada investor, lewat situs jual beli online.

Padahal, berdasarkan Surat Edaran Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 410-1293 Tahun 1996 tentang Penertiban Tanah Timbul dan Tanah Reklamasi, ditegaskan, jika tanah timbul merupakan tanah yang dikuasai oleh negara.

Dimana, penguasaan, pemilikan, serta penggunaannya diatur oleh kementerian terkait, sesuai peraturan perundangan yang berlaku, dan juga mengacu pada Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan.

“Tapi kenyataannya, saat ini, tanah timbul secara bebas dijualbelikan di wilayah Patimban, terlebih ramainya pembangunan pelabuhan. Pembelinya enggak sedikit dari kalangan perusahaan-perusahaan besar, terutama dari Jakarta dan sekitarnya. Pemkab Subang harus segera merespon, terutama soal status hukum tanah timbul ini,”ujar warga Patimban, Asep HD.

Sementara itu, hasil penelusuran Jabarpress.com, salah satu perusahaan yang menawarkan penjualan tanah timbul di kawasan Patimban, yakni PT Wahana Mitra Semesta.

Perusahaan asal Jakarta ini, ‘melelang’ ratusan hektare tanah timbul yang telah ‘dibelinya’, melalui situs jualbeli online www.olx.co.id, sejak 27 Oktober 2016.

Harga yang ditawarkannya pun, bervariasi, tergantung surat (status kepemilikan tanah) dan lokasi/letak tanah. Namun, harganya tampak ‘cukup terjangkau’, yakni kisaran Rp25.000-250.000/meterpersegi.

Dalam laman situs jualbeli online tersebut, diketahui, total tanah yang ditawarkan kepada para investor, seluas 600.000 meterpersegi, yang dinyatakannya berstatus SHM (sertifikat hak milik).

Situs tersebut menyatakan, luas tanah yang belum terjual di kawasan Patimban, sekitar 1.000 hektare, berupa pesawahan, empang, tanah timbul dan tanah darat.

Situs itu menyebut, legalitas penguasaan atas tanah yang dilelang, berupa SKD (Surat Keterangan Desa), SPPT dan SHM (Sertifikat Hak Milik).

“Adapun harga, tergantung surat (dokumen penguasaan tanah) dan lokasi tanah,”tulis situs itu.

Secara khusus, situs ini juga menyebut, dari ribuan hektare tanah di kawasan Patimban, sekitar 500 hektare di antaranya sudah dibeli oleh PT Wahana Mitra Semesta, Jakarta, dan akan kembali dijual kepada investor yang berminat investasi.

“Harga (tanah ini) masih relatif murah, di tahun 2017 bisa naik 100%,”ungkap situs tersebut.

Terkait hal ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan terkait.

(Redaksi)

BERBAGI