Beranda Daerah Merasa Dibohongi, Warga Korban Longsor Cibitung Siap Somasi PT Star Energy

Merasa Dibohongi, Warga Korban Longsor Cibitung Siap Somasi PT Star Energy

BERBAGI
illustrasi/solopos

Jabarpress.com, Bandung- Masih ingat peristiwa longsor di kampung Cibitung 5 Februari 2015, hari yang tak bisa dilupakan begitu saja oleh warga Kp.Cibitung Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Saat itu, 9 nyawa warga terenggut akibat tertimbun longsor ,7 orang luka berat, 7 luka ringan serta 170 orang mengungsi.
“Kejadian ini seakan terus terngiang alias dedengengeun, suara ledakan pipa seakan dekat di telinga. Nyawa, rumah, ternak, kolam, alat pertanian, pupuk, dan lainnya hilang. Trauma adalah kenangan terburuk yang dialami warga disini,”ungkap seorang warga yang minta namanya tak disebutkan.

Salah seorang anggota tim advokasi warga Cibitung, Cecep, mengatakan jika para korban masih tetap berharap dan menanti janji indah pihak perusahan Star Energy untuk mengganti segala kerugian, yang diduga diakibatkan perusahaan tersebut, yang berjanji akan membantu para korban.

“Dari mulai relokasi hingga menyekolahkan anak-anak korban hingga S1 dijanjikan dengan begitu yakinnya. Namun, memasuki tahun kedua, nampaknya harapan itu semakin jauh,” kata Cecep.

“Pa Engkos misalnya yang mengalami kaki patah, dijanjikan perawatan sampai tuntas, ternyata tidak dipenuhi. Lalu Sely Rachmawati putra Rukman, Nita Novita putra Tatang Hardiyan putus sekolah hingga SMA, Iis Isriyanti putra pa Jajang, Dayu Wahyu putus sekolah hingga SMP. Jangankan mau memberikan biaya untuk S-1, sekolah umumnya saja tidak diperhatikan, Hingga janji merelokasi warga korban pun ternyata bohong,”tuturnya.

Setelah sekian lama menanti dan tidak adanya itikad baik perusahaan tersebut, warga yang diadvokasi oleh tim Mapancas Kabupaten Bandung, berencana menyiapkan langkah hukum, di antaranya, dengan melayangkan somasi kepada manajemen PT Star Energy.

Menurut Cecep yang selama 2 tahun bersama warga korban longsor, akhirnya menempuh jalur hukum melalui Kantor Hukum Sony M.Kamal. Hal tersebut dibenarkan salah seorang anggota kuasa hukum warga, Sachrial.

“Ya benar, Memberi kuasa pada Sdr.Guruh,SH dan Sachrial SH untuk bertindak sebagai kuasa dari korban longsor kp.cibitung, Seluruh korban telah memberi kuasa penuh pada kuasanya pada hari selasa, tanggal 7 Feb 2017,”ujar Sachrial.

Menurut Sachrial, bahwa korban yang telah memasuki masa tunggu selama 2 tahun ini adalah mereka yang dirugikan oleh pihak Star Energy bahkan pihak perusahaan telah banyak menjanjikan pada korban.
“tentunya hal ini tidak bisa dibiarkan,”tegasnya.

Selanjutnya, tim kuasa hukum akan mengambil langkah-langkah hukum terkait permasalahan tersebut demi keadilan.

“Kami atas nama kantor hukum Sony M.Kamal,SH.MH akan memberikan somasi pada pihak perusahaan demi rasa keadilan yang harus didapat oleh para korban. Semoga CEO Star Energy menggunakan hati dalam menyikapi korban longsor ini,”pungkas Sachrial.

Hingga kini, manajemen PT Star Energy belum memberikan tanggapannya secara resmi.

Emri

BERBAGI