Beranda Jabar Keren.. Pesantren di Subang ini Berani Tangani Anak Nakal 

Keren.. Pesantren di Subang ini Berani Tangani Anak Nakal 

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Perilaku nakal remaja merupakan problem sosial yang kian kompleks dan tidak hanya terjadi di perkotaan. Namun, juga melanda ke pelosok desa-desa.
Indikasi kian maraknya kenakalan remaja, di antaranya kebebasan pergaulan yang semakin tidak terkendali.

Selain itu, faktor ketidakmampuan manusia mengantisipasi dampak teknologi, juga berpengaruh besar terhadap maraknya perilaku nakal kaum remaja.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, Cisalak, Kabupaten Subang, Ridwan Hartiwan, menyebut, dari sejumlah kasus yang kerap disampaikan para orangtua, seperti geng dan komunitas motor, melawan orangtua, tawuran, mencuri dan kerap mencoba-coba mabuk hingga korban seks bebas, hampir semuanya terus berulang, akibat faktor lingkungan.

Namun, melalui pendidikan keagamaan yang diterapkannya, berbagai perilaku kenakalan remaja tersebut, cenderung bisa diminimalisir.

“Di pesantren kami, ada kecenderungan santri atau siswa yang nakal, selalu bisa diatasi. Kami bersyukur, pola dan metode pendidikan yang kami terapkan, cukup efektif mengatasi potensi munculnya perilaku negatif. Kendati, pola tersebut sangat simple (sederhana) dan enggak memaksa. Prinsip kami, bagaimana menjadikan kesadaran santri tumbuh dengan sendirinya. Sikap marah, kerja, dan lainnya adalah bagian dari pendidikan,”beber Ridwan.

Dia menuturkan, upaya menciptakan lingkungan atau habitat yang religius, juga sangat efektif memengaruhi perilaku remaja, agar tumbuh jadi pribadi berakhlak.

“Lingkungan yang baik akan menciptakan pribadi baik, lingkungan yang religius bisa mencetak sosok religius pula. Karena itu, remaja yang nakal sekalipun, jika didisiplinkan rajin shalat, rajin mengaji, dan dijauhkan sementara dari intensitas teknologi informasi, bisa mendorongnya jadi sosok berakhlak. Selain itu, juga dengan memahami kondisi psikologis mereka,”paparnya.

Menurutnya, manusia merupakan ‘animal educandum’, hewan yang bisa dididik. Dasar filosofis ini, menjadi pondasi pendidikan, di mana seorang guru tidak boleh menyerah dalam menerapkan ilmunya di pesantren.

Di pesantren yang diasuhnya, dirinya tidak menerapkan hukuman-hukuman seperti pesantren modern, melainkan lebih cenderung melalui pembelajaran dialogis plus konsep-konsep modern, di antaranya, konseling dan metode pedagogik lainnya.

“Sebab, hukuman bukanlah siksaan. Kita kan bukan Tuhan. Kendati begitu, hukuman merupakan jalan agar seseorang bisa lebih baik dalam kehidupannya. Kalaupun kami menerapkan hukuman kepada santri, itu bertujuan agar mereka bisa lebih baik. Karenanya, senakal apapun mereka, kami siap mendidiknya agar lebih baik,”tegasnya.

Selanjutnya, pada tahun pelajaran 2017/2018, Pondok Pesantren Darul Falah, siap membantu menangani problem keluarga modern, seperti kenakalan remaja, yang indikasinya bisa dilihat sejak sekolah dasar.

Gejalanya, beber Ridwan, bisa dilihat sejak Kelas 4, 5, 6 Sekolah Dasar. Jika memang sudah ada indikasi sikap melawan orangtua dan bergaul berkelompok di geng-geng atau komunitas yang diduga membahayakan, segera antisipasi dengan memasukkan mereka ke lembaga pendidikan religius, misalnya pesantren.

“Namun, dengan tetap bersikap selektif. Jangan sampai pesantrennya terlalu penuh, sehingga pendidikan agak sulit diterapkan secara optimal. Karena itu, di tahun pelajaran 2017/2018 ini, kami siap tampung siswa secara terbatas, 20 putra dan 20 putri. Hal ini agar mereka terurus dan terdidik dengan serius,”katanya.

Untuk memaksimalkan pembelajaran, pihaknya mengintegrasikan pola pendidikan dengan program hafalan qur’an tematik, kegiatan alam seperti outbon, dan lainnya.

Dengan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, program ini mengharuskan orangtua calon siswa/siswi, mendaftar sejak dini, karena keterbatasan quota murid.

“Karena terbatas, bisa segera menghubungi bagian pendaftaran khusus siswa tingkat SMP/MTs, dengan menghubungi nomor di website PONPES DARUL FALAH, atau searching di google dulu di pesantren darul falah subang,”pungkasnya. (Red)

BERBAGI