Beranda Ekonomi Ribuan Nelayan ‘Paceklik’ Akibat Cuaca Buruk, PNTI Desak Pemkab Salurkan Bantuan Beras

Ribuan Nelayan ‘Paceklik’ Akibat Cuaca Buruk, PNTI Desak Pemkab Salurkan Bantuan Beras

132
BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Ribuan nelayan di sepanjang wilayah pesisir pantai utara (pantura) Kabupaten Subang terancam mengalami kerawanan pangan, akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, yang menyebabkan mereka ‘menganggur’, tidak bisa mencari nafkah melaut. Sehingga, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sudah beberapa minggu ini kami enggak melaut. Cuacanya di laut lagi angin Barat, anginnya kencang dan gelombangnya tinggi. Kepaksa ratusan nelayan di sini, istirahat sementara,” ujar Artam, 50, nelayan Desa Blanakan.

Untuk mengisi kekosongan, mereka memperbaiki jaring, mesin perahu, dan perlengkapan tangkap ikan lainnya. Hanya saja, akibat aktivitas mencari nafkahnya terhenti, mereka kerap dilanda kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

“Dulu, biasanya kalau lagi nganggur atau paceklik kayak begini, kami dapat bantuan beras dari pemerintah. Istilahnya beras paceklik. Tapi tahun ini, bantuan itu belum juga ada,” imbuh Rastim, 45, nelayan lainnya.

Jeratan Utang ‘Bank Keliling’

Untuk menyambung hidup, kebanyakan nelayan terpaksa mengutang ke bank keliling.

“Kepaksa banyak yang pinjem uang ke ‘bank emok’, semacam bank keliling, agar dapur bisa tetap hidup,” ucapnya, sambil terkekeh.

PNTI Desak Bantuan Paceklik

Terpisah, Ketua DPD Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Subang, H Karya Zakaria, memperkirakan, nelayan yang menganggur akibat cuaca buruk mencapai ribuan orang.

“Nelayan kan enggak hanya mereka yang menangkap ikan di laut, tapi juga termasuk nelayan budidaya, yaitu mereka yang budidaya ikan tambak. Kalau cuaca buruk, para nelayan budidaya juga ikut terdampak. Jadi, jumlahnya bisa ribuan orang lebih,” papar H Karya, kepada Jabarpress.com, Sabtu (30/12/2017).

Ribuan nelayan tersebut, tersebar di belasan koperasi khusus nelayan. Yakni, KUD Mina Saluyu Mayangan dan KUD Sinar Agung di Kecamatan Legonkulon; KUD Mina Fajar Sidik, KUD Karya Bhukti, KUD Mina Tambakjaya Tanjungtiga, KUD Mina Karya Bhukti Sejati Jayamukti, KUD Mina Karya Baru Rawameneng, dan KUD Mina Jaya Laksana Cilamaya Girang di Kecamatan Blanakan.

Selanjutnya, KUD Mina Karya Bhakti dan KUD Mina Bahari di Desa Muara Kecamatan Ciasem; KUD Mina Laksana Desa Anggaranu Kecamatan Sukasari; serta KUD Mina Misaya Guna Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara.

“Mereka memerlukan bantuan darurat, biasanya berupa ‘beras paceklik’, yang dulu rutin tiap tahun, untuk menyambung hidup sehari-hari selama masa menganggur. Mereka ini normalnya bisa melaut cuma 6 bulan dalam setahun,” paparnya.

Namun, sebut Karya, hingga menjelang akhir tahun, bantuan paceklik itu belum juga turun. Pihaknya pun kemudian melakukan rapat antara DPD PNTI dengan perwakilan para nelayan dari sejumlah KUD, untuk memperjuangkan bantuan tersebut.

“Kami sudah mengajukan bantuan beras paceklik ini, kepada pemkab melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, agar nantinya diperjuangkan ke Dinas Sosial. Perkiraan bantuan yang dibutuhkan sekitar 120 ton beras. Kami berharap, segera direalisasikan,” tegas H Karya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Subang, H Engkus Kusdinar, mengaku, sudah menerima pengajuan bantuan paceklik dari para nelayan. Dirinya, juga membantah bantuan tersebut sengaja tidak disalurkan.

“Bukan belum turun. (Tapi bantuan itu) baru akan diperjuangkan,” pungkas mantan Kepala Dinas Pendidikan ini.

(Usep)

BERBAGI