Beranda Hukum Dikabarkan Naik Penyidikkan, Ini Hasil Gelar Perkara Kasus Dugaan Ijazah Palsu Bupati...

Dikabarkan Naik Penyidikkan, Ini Hasil Gelar Perkara Kasus Dugaan Ijazah Palsu Bupati Imas Aryumningsih

766
0
BERBAGI

Jabarpress.com, Bandung-Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melakukan gelar perkara yang ketiga kalinya atas kasus dugaan ijazah palsu Bupati Subang, Imas Aryumningsih, di Mapolda Jabar, Senin (4/12/2017). Lantas, bagaimanakah hasilnya?

Dikonfirmasi lewat ponselnya, kuasa hukum pelapor, Endang Supriadi, mengapresiasi proses penegakkan hukum kasus tersebut oleh Polda Jabar, yang diwujudkan melalui tahapan gelar perkara.

“Kami selaku kuasa hukum pelapor, menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Jabar berikut penyidik-penyidiknya, yang telah konsisten melakukan penegakkan hukum melalui serangkaian gelar perkara atas laporan klien kami soal kasus dugaan ijazah palsu Bupati Subang,” ujar Endang kepada Jabarpress.com.

Dia mengungkapkan, berdasarkan analisisnya atas proses gelar perkara tersebut, pihaknya yakin, kasus dugaan ijazah palsu dinaikkan statusnya oleh Polda ke tahap penyidikkan.

“Saya dapat menganalisis, jika perkara ini dinaikkan statusnya ke penyidikkan. Sebab, kita dapat respon baik dari Polda, serta dimintai pendapat, masukan dan hal-hal lain. Dan ini kemudian ditindaklanjuti Polda dengan melakukan gelar perkara intern bersama para penyidiknya untuk membahas pendapat kami. Cuma memang, hasil gelar perkara intern ini enggak bisa dibuka ke publik,” paparnya.

Kendati hasil gelar perkara intern tidak bisa diekspos ke publik, pihaknya menduga kuat, status kasus tersebut telah resmi naik menjadi penyidikkan dan tidak dilakukan penghentian perkara atau SP3.

“Hasil gelar perkara intern itu memang ada di mereka (penyidik), enggak dibuka ke publik. Tapi saya menangkap sinyal, menganalisis dan menduga kuat, kasus ijazah ini naik ke penyidikkan. Tokh, Polda sambut baik kita. Sebab, kalau kasus dihentikan, Polda pasti berikan pernyataan resmi bahwa ini tidak bisa dilanjutkan. Tapi kenyataannya, para penyidik langsung melakukan pertemuan intern untuk membahas perkara itu,” beber Ketua LBH Bhinneka Nusantara ini.

Selanjutnya, Endang menyebut, sebagai masyarakat Subang dan selaku kuasa hukum pelapor, mengharapkan kasus yang dilaporkan kliennya, Warlan, dituntaskan supaya ada kepastian hukum. Sehingga, tidak menjadi asumsi-asumsi di masyarakat dan informasi yang liar.

“Karena itu, dengan proses sidik (penyidikkan) ini, harapan kami, bisa ada kepastian hukum. Syukur-syukur bisa digelindingkan di persidangan,” tegas praktisi hukum jebolan Universitas Subang (Unsub) ini.

Pelapor Ungkap Banyak Bukti Indikasikan Ijazah Palsu Bupati

Dikonfirmasi terpisah, pelapor kasus dugaan ijazah palsu, Warlan, mengaku, memenuhi undangan gelar perkara dari Polda yang jadwalnya sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, baru dilaksanakan pukul 13.00 sampai 15.00 WIB, atau sekitar dua jam.

Sejumlah pihak hadir dalam kesempatan itu. Di antaranya, kuasa hukum pelapor, Endang Supriadi, Irwan Yustiarta dan Yosef Sundawani.

Sedangkan dari pihak terlapor (Bupati Imas Aryumningsih) hanya diwakili juru bicara dan Kabag Hukum Pemkab Subang, Tini Daud.

“Itu pun mereka enggak ngomong apa-apa. Terlapor sendiri, Bu Imas Aryumningsih, enggak bisa hadir, dan memang sudah tiga kali gelar perkara, dia enggak pernah hadir,” kata Warlan.

Terkait hasil gelar perkara, Warlan menegaskan, kasus dugaan ijazah palsu ini telah resmi dinaikkan statusnya menjadi penyidikkan.

“Saya dapat informasi dari rekan, Alhamdulillah, bahwa hasil gelar perkara itu resmi dinaikkan ke penyidikkan. Informasi penyidik, Bu Imas harus menyediakan dan mencari ijazah teman sekelasnya atau satu sekolahnya, yang jurusannya sama, mata pelajarannya sama, yaitu Bahasa Perancis. Itu permintaan saya ke penyidik,” beber pria yang juga Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Subang ini.

Dia mengaku yakin, kasus ini bisa terus berlanjut hingga tuntas. Karena, dirinya mengantongi banyak bukti yang secara kuat mengindikasikan, jika ijazah SMA milik Bupati Imas Aryumningsih, palsu.

Bukti-bukti tersebut sudah dipaparkannya dalam gelar perkara pertama pada 22 Agustus 2017, gelar perkara kedua pada 24 Oktober 2017 dan gelar perkara ketiga, Senin, 4 Desember 2017.

Tokoh aktivis buruh Subang ini mengungkap, sebagian bukti tersebut antara lain, surat nikah yang ditandatangani KUA pada 1 November 1969 atas nama Imas Aryumningsih. Tapi pada 8 November 1969 dikeluarkan ijazah atas nama Imas Sulaeman.

“Kenapa bisa beda? Padahal cuma selisih tujuh hari. Kenapa di surat nikah atas nama Imas Aryumningsih, tapi di ijazah namanya Imas Sulaeman. Harusnya kan sama. Memangnya sedang sekolah bisa nikah dulu? Bukti ini harusnya jadi pertimbangan penyidik untuk memanggil terlapor,” katanya.

Selanjutnya, papar dia, ijazah itu tidak ada nomor register dan tidak ada di stanbook. Padahal jika rusak, harusnya ada berita acara (BA).

Bukti lainnya, adalah fakta jika ijazah terlapor dipotong di bagian atas, di bagian bawah dan di pinggirnya. Sementara, tegas Warlan, bagian atas ijazah itu sangat penting. Karena bagian itu menerangkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 48 Tahun 1969, artinya itu menerangkan ijazah dikeluarkan sekitar tahun 1968/1969.

Jika kemudian faktanya ijazah itu digunting, dipotong, berarti terlapor sudah merusak dokumen negara. Karena itu, dirinya optimistis, dengan bukti-bukti tersebut, kasus ijazah akan terus berlanjut hingga tuntas.

“Masih banyak bukti lainnya yang saya miliki. Dan ini sudah jelas memenuhi syarat, memenuhi unsur. Makanya, saya heran, sudah berjalan enam bulan, kasus ini belum juga tuntas. Padahal ini kasus ringan. Lagian, alat bukti banyak, dan menurut kami sudah lebih dari cukup, sehingga layak ke penyidikkan. Kalau sampai tidak naik ke penyidikkan, saya akan terus berdemo di Polda, hingga ada kepastian hukum,” tegas Warlan.

Sementara, Bupati Subang Imas Aryumningsih, menegaskan, membantah tudingan ijazah miliknya palsu. Bahkan, dia akan segera melaporkan balik pelapor kasus itu, kepada aparat kepolisian.

“Ya pasti secepatnya saya laporkan balik (pelapor) ke polisi,” ujar Imas.

Pihaknya beralasan, pelaporan balik harus dilakukan, karena tuduhan soal ijazah yang disampaikan pelapor tersebut, tidak benar.

“Ijazah saya kan enggak ada masalah,” pungkas politikus Partai Golkar ini.

Hingga kini, pihak Polda Jabar belum memberikan keterangan resminya ihwal hasil gelar perkara tersebut.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan ijazah palsu Bupati Subang Imas Aryumningsih, resmi dilaporkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar. Hal ini dibenarkan oleh kuasa hukum pelapor, Endang Supriadi.

(Usep)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here